Cara Mengecek Jenis ARM di Android

alektro.com

Yuk, kita bahas mengenai arsitektur prosesor di Android agar kamu bisa paham lebih dalam mengenai performa perangkatmu.

Kamu pernah mengalami kebingungan saat mencoba menginstal aplikasi di Android tapi tidak berjalan lancar? Atau mungkin kamu heran kenapa aplikasi yang berjalan mulus di perangkat teman malah terasa lambat di HP kamu? Nah, ternyata itu bisa terkait dengan jenis arsitektur prosesor yang digunakan.

Arsitektur seperti ARM32, ARM64, dan x86 memainkan peran penting dalam menentukan aplikasi mana yang akan berjalan dengan baik di perangkatmu.

Mengapa ini penting? Karena jenis arsitektur prosesor ini mempengaruhi kompatibilitas aplikasi yang bisa kamu gunakan dengan lancar.

Di artikel ini, kita akan bahas cara mudah untuk mengecek jenis ARM di perangkat Androidmu dan mengapa hal ini krusial untuk pengalaman menggunakan gadgetmu.

Tujuannya simpel: agar kamu tidak salah pilih aplikasi dan bisa mendapatkan performa terbaik dari HPmu. Yuk, kita simak lebih lanjut!

Cara Mengecek Jenis ARM di Android

Cara Mengecek Jenis ARM di Android

Daftar Isi :

Cara Mengetahui Jenis ARM di Android Menggunakan Aplikasi CPU-Z

Ingin tahu jenis ARM yang digunakan di perangkat Androidmu? Kamu bisa menggunakan aplikasi CPU-Z! Aplikasi ini bisa kamu unduh secara gratis dari Google Play Store dan sangat berguna untuk memeriksa spesifikasi perangkat keras Android, termasuk jenis ARM-nya.

Langkah-langkah Menggunakan CPU-Z:

  1. Download dan Install CPU-Z
    • Yuk, unduh dan instal CPU-Z dari Google Play Store. Ini adalah aplikasi sederhana dan gratis yang akan memberikan informasi lengkap tentang perangkat keras Androidmu.
  2. Buka Aplikasi CPU-Z
    • Setelah terinstal, buka aplikasinya. Kamu akan melihat beberapa tab yang berisi informasi berbeda tentang perangkatmu.
  3. Pilih Tab ‘System’
    • Di tab ‘System’, kamu akan menemukan berbagai informasi tentang sistem Androidmu, seperti versi Android, model perangkat, dan informasi penting lainnya.
  4. Periksa ‘Kernel Architecture’
    • Di bagian ‘Kernel Architecture’, kamu dapat melihat jenis ARM yang digunakan oleh prosesor ponselmu. Ada beberapa kemungkinan yang mungkin kamu temui:
      • ARMv7 atau armeabi: Ini menunjukkan ponselmu menggunakan arsitektur ARM 32-bit.
      • AArch64 atau ARM64: Ini menandakan bahwa ponselmu menggunakan arsitektur ARM 64-bit yang lebih canggih.
      • x86: Ini menunjukkan bahwa prosesor ponselmu berbasis x86, bukan ARM.
  5. Sesuaikan Langkah Selanjutnya
    • Setelah mengetahui jenis ARM yang digunakan, kamu dapat menyesuaikan pilihan aplikasi atau custom ROM yang cocok dengan arsitektur prosesor Androidmu.

Gampang, kan? Dengan menggunakan CPU-Z dan memeriksa bagian ‘Kernel Architecture’ di tab ‘System’, kamu bisa dengan cepat mengetahui jenis ARM di perangkat Androidmu, apakah itu ARM 32-bit, ARM 64-bit, atau x86.

Yuk, kita bahas cara mudah untuk mengetahui jenis ARM di perangkat Androidmu menggunakan aplikasi DevCheck. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

Cara Mengecek Jenis ARM Android Melalui Aplikasi DevCheck

  1. Download dan Install DevCheck
    • Pertama-tama, unduh dan instal aplikasi DevCheck dari Google Play Store. Aplikasi ini gratis dan sangat berguna untuk memberikan informasi lengkap tentang spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak Androidmu.
  2. Buka Aplikasi DevCheck
    • Setelah terinstal, buka aplikasi DevCheck. Kamu akan melihat beberapa tab yang menampilkan berbagai informasi tentang perangkat Androidmu.
  3. Pilih Tab ‘System’
    • Di tab ‘System’, kamu akan menemukan berbagai informasi tentang sistem Androidmu, seperti versi Android, nama kode, dan pabrikan perangkat.
  4. Periksa ‘CPU Architecture’
    • Pada bagian ‘CPU Architecture’, kamu dapat melihat jenis ARM yang digunakan oleh prosesor ponselmu. Beberapa kemungkinan yang mungkin kamu temui adalah:
      • ARMv7 atau armeabi: Menunjukkan bahwa perangkatmu menggunakan arsitektur ARM 32-bit.
      • AArch64 atau arm64: Menandakan bahwa perangkatmu menggunakan arsitektur ARM 64-bit yang lebih modern.
      • x86: Menunjukkan bahwa perangkatmu menggunakan prosesor x86, bukan ARM.
  5. Sesuaikan Langkah Selanjutnya
    • Setelah mengetahui jenis ARM yang digunakan, kamu bisa menyesuaikan pilihan aplikasi atau custom ROM yang cocok dengan arsitektur prosesor Androidmu.

Jadi, dengan menggunakan DevCheck dan memeriksa bagian ‘CPU Architecture’ di tab ‘System’, kamu bisa dengan mudah mengetahui jenis ARM di perangkat Androidmu, baik itu ARM 32-bit, ARM 64-bit, atau x86. DevCheck membantu kamu untuk memahami spesifikasi perangkat Android dengan jelas dan sederhana.

Perbedaan Jenis ARM di Android

Kamu mungkin pernah bingung dengan istilah ARM32, ARM64, dan x86 di Android. Berikut ini perbedaannya:

  1. ARM/ARM32 (ARMv7 atau armeabi)
    • Versi ARM yang lebih tua:
      • Mampu menjalankan aplikasi dan sistem operasi 32-bit.
      • Konsumsi daya relatif hemat, sekitar 5 watt.
  2. ARM64 (AArch64 atau arm64)
    • Versi ARM yang lebih canggih:
      • Mendukung pengolahan data 64-bit, lebih kuat untuk komputasi.
      • Dapat menjalankan aplikasi baik 32-bit maupun 64-bit, lebih fleksibel.
      • Konsumsi daya antara 6-30 watt, tetap cukup hemat.
      • Standar yang umum digunakan pada perangkat Android terbaru.
  3. x86 (x86 atau x86abi)
    • Menggunakan prosesor Intel, bukan ARM:
      • Biasanya lebih kuat dari ARM dan ARM64 tetapi kurang efisien dalam penggunaan baterai, konsumsi daya sekitar 130 watt.
      • Dapat menjalankan aplikasi 32-bit dan 64-bit, mirip dengan ARM64.
      • Jenis ini kurang umum di perangkat mobile saat ini.

Jadi, mengetahui jenis ARM di perangkat Androidmu sangat penting, terutama jika kamu ingin menginstal aplikasi dari sumber di luar Google Play Store atau melakukan modifikasi sistem seperti penggunaan custom ROM. Dengan mengetahui jenis ARM-nya, kamu dapat memilih aplikasi atau ROM yang sesuai dengan perangkatmu dengan lebih tepat.

Pentingnya Mengetahui Jenis ARM Android

Ternyata, penting banget untuk kamu tahu jenis ARM di perangkat Androidmu, lho! Ada beberapa manfaat keren yang bisa kamu dapetin:

1. Kompatibilitas Aplikasi Mau install aplikasi dari luar Play Store? Pastikan dulu jenis ARM-nya cocok:

  • Beberapa aplikasi cuma bisa jalan di jenis Advanced RISC Machine tertentu (ARM, ARM64, x86). Cek dulu jenis ARM-nya sebelum download.

2. Performa dan Efisiensi Setiap jenis Advanced RISC Machine punya performa dan efisiensi yang beda:

  • ARM64 punya performa kuat dan hemat daya. Sedangkan x86 meski kuat, tapi lebih boros daya.
  • Mengetahui jenis Advanced RISC Machine membantu kamu ngecek performa dan efisiensi perangkat saat main game atau pakai aplikasi.

3. Modifikasi Sistem (Custom ROM) Mau coba custom ROM? Pastikan ARM-nya sesuai:

  • Custom ROM harus cocok dengan jenis arsitektur prosesor biar lancar jalan.

4. Pengembangan Aplikasi Bagi developer aplikasi, jenis ARM itu krusial:

  • Penting untuk mengoptimalkan aplikasi sesuai dengan berbagai jenis arsitektur prosesor.

5. Pemecahan Masalah (Troubleshooting) Kalo ada masalah dengan aplikasi, ARM-nya bisa jadi kuncinya:

  • Mengetahui jenis Advanced RISC Machine membantu dalam mengatasi masalah aplikasi yang sering crash atau error.

Jadi, mengetahui jenis Advanced RISC Machine di Android itu penting banget buat memastikan aplikasi yang dipasang cocok, performa perangkat optimal, sukses pasang custom ROM, pengembangan aplikasi yang efisien, dan juga buat ngecek serta ngatasi masalah.

Dengan tau jenis ARM-nya, kamu bisa lebih maksimalin penggunaan perangkat Android sesuai dengan spesifikasinya. Yuk, pastikan kamu selalu update dengan informasi teknologi yang berguna!

Semua ini bertujuan agar kamu bisa mendapatkan performa optimal dan pengalaman menggunakan gadget yang lebih nyaman. Ingat, pengetahuan tentang arsitektur prosesor bisa menjadi kunci agar kamu tidak merasa kecewa setelah menginstal aplikasi.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat untukmu!